bismillah.jpg
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ .
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ


Ketahuilah!
Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka, dan mereka pula tidak bersedih hati. Wali-wali Allah itu ialah orang-orang Yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa. (Yunus 10: 62-63)

Love for Allah


If my love is attached to Thee
Then from sin I will be free
Each time my heart will beat
Your name will resound with heat
With your name shivers my each limb
They seek to be released from whim
Allah, Allah, is my hearts speech
Your Mercy is what I beseech
The Most Merciful keep me content
With all that You have sent
Keep in my heart Your remembrance
And in Your deen and love allow me to advance
Help me in my quest
Permit me to pass the ultimate test
Save me from the clutches of Satan
Give me death upon Imaan.

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Parfum Penguat Iman


Sejumlah assesoris jiwa mulai dipasarkan di Kafe Sufi. Selain sejumlat perangkat ibadah, yang banyak diburu adalah Parfum. Kafe Sufi layaknya sebuah “The Parfum Garden” bagi jiwa yang sudah mulai berbau apek, hati yang sudah mulai berbau amis oleh lelehan hawanafsu, dan bau-bau kekeroposan hati yang menua oleh virus-virus syetan.

Tampaknya mereka semua butuh parfum yang benar-benar mengembalikan aroma jiwa yang membahagiakan, aroma syurgawi yang semilir bersama nafas-nafas bidadari.

Parfum ini tentu campuran dari berbagai jenis parfum jiwa yang tiada tara, bahkan disarikan dari bunga-bungan langit, dan pohon-pohon ma’rifat, serta akar-akaran tauhid yang ditanam di tanah yaqin.

Di Kafe Sufi disediakan bahan-bahan bakunya, lalu sekaligus cara mencampurnya. Bahan-bahannya antara lain:
Empat lembar daun yang dikeringkan oleh sifat-sifat ‘Ubudiyah: Daun kefakiran; daun kehinaan; daun ketakberdayaan dan daun kelemahan. Lalu ditumbuk jadi satu hingga bertepung lembut.

Tujuh bunga dari pohon Uns (kemesraan dengan Allah); pohon Taqarrub; pohon Husnudzon Billah; pohon Syukur; pohon Ridho; pohon Yaqin dan Pohon Mahabbah. Semua dilembutkan jadi satu.

Lalu direbus di atas api yang membakar nafsu; minimal setiap lima waktu, dengan airnya dari Taubatan Nasuha.
Kemudian disuling dengan puisi-puisi munajat kecintaan dan ketakberdayaan. Tuangkan dalam botol-botol kerinduan pada Sang Kekasih.
Insya Allah Parfumnya menguatkan iman kita.

Read More..

10 Penyebab Dicintai Allah

1. Membaca Al-Quran dengan meneliti dan memahami makna dan tuntutannya.

2. Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah sunat setelah memelihara ibadah fardu.

3. Sentiasa berzikir kepada Allah SWT dalam setiap keadaan dengan lidah dan hati.

4. Mengutamakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT dari pada sesuatu yg disukai oleh hawa nafsu serta berusaha meningkatkan rasa cinta kepadaNYa walaupun menghadapi rintangan yg sulit.

5. Mempelajari nama2 Allah SWT dan sifatNYa Yang Maha Sempurna dan menghayatinya.

6. Menyaksikan (meyakini) bahwa segala kebaikan dan nikmat baik yg dhahir maupun yg batin adalah semata-mata kurnia Allah SWT.

7. Merasa hina dan rendah diri di dalam hati kepada Allah SWT.

8. Sering beribadat dan berkhalwat( bersendirian @ mengasingkan diri di tempat yg sunyi) serta bermunajat kepada Allah SWT di waktu rahmatNYa dekat dengan hamba yg beribada ketika itu ( waktu tahajud) khususnya di waktu akhir malam di samping membaca Al-Quran dengan lidah dan hati serta penuh adab dan kemudian mengakhiri khalwatnya dengan beristighfar dan bertaubat.

9. Banyak mendampingi orang2 (soleh) yg amat mencintai Allah SWT dan RasulNYa serta terbuka hatinya untuk menerima nasehat mereka sebagaimana memetik buah-buahan yang elok.

10. Menjauhi segala gejala yg dapat merusakkan hati seseorang untuk mengingat dan mentaati Allah SWT.

Read More..

Mengejar Lailatur Qodar

Menurut Syeikh Abu Hasan Assazili dari kitab Hasyiah al-Qalyubi , ada beberapa rumusan yang dibuat beliau dan selama beliau mengamalkannya, beliau tidak pernah melewatkan Lailatul Qodar sejak masa baligh, yaitu :

Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka lailatul qadrnya malam ke-29;
Jika awal Ramadhan hari Jumaat atau Selasa, maka lailatul qadrnya malam ke-27;
Jika awal Ramadhan hari Khamis, maka lailatul qadrnya malam ke-25;
Jika awal Ramadhan hari Sabtu, maka lailatul qadrnya malam ke-23;
Jika awal Ramadhan hari Isnin, maka lailatul qadrnya malam ke-21.


Selain rumusan diatas, Banyak ulama-ulama kita yang mengajarkan untuk mengejar lailatul qodar di 10 hari terakhir bulan ramadhan. ini dilakukan berdasarkan hadits riwayat asy-Syaikhan, Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, daripada Sayyidatina 'A-isyah r.anha bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:-
تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
"Carilah lailatul qadr pada 10 terakhir dari bulan Ramadhan"
Ada juga ulama-ulama yang menetapkan lailatul qodar dengan malam tertentu dalam setiap tahun yaitu malam ke-27 Ramadhan
ini berdasarkan beberapa hadits yaitu diantaranya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shohih kepada Sayyidina Ibnu 'Umar r.anhuma di mana Rasulullah s.a.w. bersabda:-
من كان متحريها فاليتحرها ليلة السابع و العشرين
"Sesiapa yang hendak mencarinya,maka carilah ia pada malam ke - 27"

Mudah-mudahan kita bisa diberikan hidayah dari Allah untuk bertemu dengan malam istimewa ini. yaitu dengan terus melakukan amal-amal soleh dan meningkatkan amal ibadah dengan penuh ke ikhlasan dan keimanan yang ditujukan hanya untuk mengharap Ridha dari Allah SWT selama bulan ramadhan, tidak hanya di malam-malam tersebut.
Sumber: Bahrus shofa

Read More..

Buat Remaja Yang Masih Labil

Setiap anak di seusia remaja memang sering diliputi oleh pencarian jati diri, siapakah diriku, siapakah panutanku, siapakah tokoh yang jadi idolaku dan sebagainya.

Sekarang mulailah melakukan kebaikan-kebaikan dari hal-hal paling kecil, dari soal kebersihan, kerapian, menata buku, sandal, pakaian, berkata yang sopan pada sesame apalagi pada orang yang lebih tua usianya dibanding anda. Menghormati gurumu di sekolah atau guru ngaji, dan tentu saja menghormati orang tuamu, mendo’akan keduanya setiap habis sholat.

Rasa sebel, jengkel, emosi yang menimpamu saat ini, harus diendapkan dengan istighfar berkali-kali. Sadari bahwa kebiasaan anak remaja itu idealis, tanpa memikir resiko, akibat, dan bahkan cenderung mengikuti selera popular para artis, mulai gaya rambut, sampai pakaian. Apakah para artis itu ada yang menghantarmu menuju Allah?

Justru saat ini anda harus banyak belajar, selain pelajaran sekolah, anda harus belajar bahasa asing, minimal dua bahasa asing kalau bisa, kalau tidak bahasa inggrismu harus bagus setamat SMA.
Jangan lupa setiap habis sholat kamu baca Yaa Badi’u x 100, atau setiap mau belajar.

Read More..

Memilih Sahabat

Ibnu Athaillah as-Sakandary mengingatkan, “Janganlah bersahabat atau berguru kepada orang yang perilaku jiwanya dan wacananya tidak membangkit dirimu menuju kepada Allah Ta’ala.”

Bergabunglah dengan sahabat-sahabat yang ada berkas-berkas cahaya Allah di dadanya. Ikuti pengajian kita yang ada di jadwal majalah ini.
Nah secara spesifik, Al-Qusyairy membagi persahabatan sejati: Persahabatan itu ada tiga macam:
  1. Bersahabat dengan orang yang lebih atas dari Anda. Persahabatan ini pada hakikatnya lebih sebagai rasa bakti.
  2. Bersahabat dengan orang yang ada di bawah Anda. Persahabatan ini menuntut agar Anda bersikap peduli dan kasih sayang. Sementara yang mengikuti Anda harus selalu serasi dan bersikap hormat.
  3. Bersahabat dengan mereka yang memiliki kemampuan dan pandangan ruhani. Yaitu suatu persahabatan yang menuntut sikap, memprioritaskan sepenuhnya kepada sahabatnya itu.
Siapa yang bersahabat pada Syeikh yang memiliki derajat lebih daripada dirinya, etikanya ia harus meninggalkan sikap kontra, bersikap ramah dan respektif kepadanya, dan mempertemukan diri dengan ihwal ruhaninya melalui iman.

Di bawah ini sekadar ilustrasi bagaimana relasi, persahabatan, dan hubungan antara guru dan murid, serta kasih sayang mereka.
Saya mendengar Manshur bin Khalaf al-Maghriby berkata, ketika ditanya oleh sebagian. murid-murid kami, “Berapa tahun Anda bersahabat kepada Sa’id bin Salam al-Maghriby?” Beliau melihat dengan tajam kepada penanya, sembari berkata, “Aku tak pernah bersahabat dengannya, tetapi aku berbakti padanya beberapa waktu.”

Apabila orang yang menyahabati Anda adalah orang yang berada di bawah Anda, maka, suatu pengkhianatan dalam hak persahabatannya adalah ketika Anda tidak memperingatkannya atas kekurangan perilakunya.

Abul Khair at-Tinaty menulis surat kepada Ja’far bin Muhammad bin Nashr, “Dosa kebodohan para sufi ditimpakan kepada Anda, karena Anda sibuk dengan diri Anda sendiri, meninggalkan upaya mendidik mereka, sehingga mereka tetap bodoh. Namun, apabila orang yang bersahabat dengan Anda memiliki status yang sama, Anda harus menjaga cacatnya. Dan lebih bersikap bijak dan baik semaksimal mungkin, dengan menafsirkan yang lebih berkenan atas tindakannya. Bila tidak ada penafsiran positif lebih baik Anda menyangka diri Anda telah berbohong dan berhak mendapat celaan.”

Saya mendengar Syeikh Abu Ali ad-Daqqaq r.a. berkata, “Ahmad bin Abul Hawary berkata, Aku bicara pada Abu Sulaiman ad-Darany, “Ada seseorang yang tidak berkenan di hatiku.” Lantas Abu Sulaiman menjawab, ‘Sama, ia juga tak berkenan di hatiku. Tetapi, wahai Ahmad, barangkali generasi sebelum kita dulu menganggap kita bukan tergolong orang-orang yang saleh, lalu apakah kita tidak mencintai mereka?”

Dikisahkan bahwa ada seseorang yang bersahabat pada Ibrahim bin Adham. Ketika orang tersebut mau berpisah, berkata pada Ibrahim, “Bila engkau melihat diriku ada cacat, maka. ingatkanlah diriku.” Ibrahim menjawab, ‘Aku tak pernah melihat cacatmu, karena aku melihatmu dengan mata kecintaan, sehingga aku selalu memandangmu dengan mata pandangan kebaikan. Tanyakan saja pada selain diriku tentang cacatmu.”

Read More..

Membuang Riya'

Riya’ itu memang njlimet. Banyak orang ahli ibadah yang terpleset oleh riya’. Pada saat yang sama ia merasa sangat dekat dengan Allah swt. Karena itu harus ada perlawanan. Makanya kalau beribadah atau berbuat baik, jangan pernah diingat lagi, jangan pernah minta ganti rugi pada Allah swt, dan jangan merasa puas.

Ada seorang Sufi sedang dipuji oleh kawannya di depan jama’ahnya. Ia merasa senang dipuji ketika itu. Setelah itu beliaunya malah berjuang selama 40 hari untuk membuang rasa senang atas pujian itu. Karena rasa senang itu dianggapnya sebagai racun yang merusak jiwanya dengan Allah Ta’ala.
Riya’ juga bisa menumbuhkan dan menyuburkan kemunafikan. Betapa banyaknya tokoh-tokoh yang mengaku tokoh Islam, cendekiawan atau Ulama, yang terjerembab ke jurang kemunafikan hanya gara-gara riya’.

Makanya Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany pernah berwasiat, “Anak-anak sekalian… Engkau berharaplah kepada Allah Azza wa-Jalla dengan ibadahmu, sedangkan anda menyertakan kelalaian, riya’, kemunafikanmu. Kalian meraih kemuliaanNya dengan kaum sholihin sementara kerusakan dirimu menyertaimu. Apa yang sebenarnya kalian perbuat? Kalian berdzikir dengan mereka, dan mengaku mengikuti ma’rifat mereka? Sungguh dusta kalian yang telah keluar dari lingkaran orang-orang yang ikhlas dan manunggal pada Allah dari kalangan ummat ini…!
Ingat! Menangislah, dan duduklah anda merenungi tragedi ini. Anda memakai pakaian orang mulia, mereka pun bersama kalian? Sungguh anda telah terhalang, dan sirna tanpa berita.

Celaka anda ini. Apa yang ada dibenakmu? Di pikiranmu? Kepada siapa anda mengadu? Kepada siapa anda minta tolong? Dengan siapa anda tidur? Jika ada bencana dahsyat siapa yang anda jadikan pegangan. Ada yang memberitahu kepadaku, aku mengenal kebohonganmu dan kemunafikanmu. Anda dan yang lain ada semua di hadapanku mestinya seperti pandir yang jujur. Lalu saya sebagai pengawas, jika si pandir hendak membawaku ke pasar, mengajakku berjual beli, silakan. Jika ia hendak mengambil bajuku dan apa yang ada di tanganku bahkan memerintahkanku, silakan. Tapi anda bukan si jujur, anda tak punya iman tidak pula punya tauhid. Lalu saya bekerja dengan anda? Sungguh anda tak lebih dari kayu bakar kering, tidak layak apa pun kecuali hanya untuk api.

Diatara kalian ada yang menyembah dunia, menyenangi keabadian dunia dan takut jika dunia sirna. Dan satu lagi diantara kalian yang menyembah makhluk, takut pada sesama dan menambatkan harapan bukan pada Allah tapi pada makhluk Allah. Ada lagi yang menyembah syurga, dengan harapan akan nikmatnya syurga tetapi tidak berharap kepada Sang Pencipta syurga. Ada pula yang menyembah neraka, takut pada neraka tapi tidak takut pada Pencipta neraka. Apakah makhluk itu, apa pula syurga itu, dan apa pula neraka itu? Apa pula segala hal selain Allah?

Allah Azza wa-Jalla berfirman:“Kamu sekalian tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan ikhlas kepadaNya dalam agama dengan lurus.” (Al-Bayyinah 5)
Orang yang ‘arif dan ‘alim senantiasa beribadah kepadaNya hanya untukNya bukan lainNya. Mereka mewujudkan hak-hak RububiyahNya dan Ubudiyahnya sebagai wujud atas perintahNya dan dalam rangka mencintaiNya, tidak ada makna atau motif lainnya, memohon pertolongan hanya kepadaNya dan meninggalkan selainNya. Tetapi kalian adalah sosok tanpa nyawa, kalian tampak lahiriyah, tapi kaum Sufi lebih pada nuansa batinnya. Kalian bangga dengan bangunan, sedangkan mereka justru pada maknanya. Kalian tampak jelas, mereka malah tersembunyi.

Kaum sufi adalah tokoh-tokohnya (pendukung utama) para Nabi, baik dari sisi kanan maupun kiri, depan maupun belakang, dan seluruh sisa makan dan minuman para Nabi, merekalah yang mengkonsumsi. Karena itu mereka mengamalkan ilmu para Nabi, sehingga mereka sebagai pewaris Nabi. Nabi saw bersabda: “Ulama adalah pewaris para Nabi” (HR. Ibnu Majah)
Jika mereka mengamalkan ilmu para Nabi maka mereka adalah khalifah, pewaris dan yang menggantikan posisi para Nabi (bukan kenabiannya, red).

Ingat! Tidak cukup dengan pengetahuan belaka, sebagaimana tidak ada gunanya dakwaan tanpa bukti, tidak berguna pula ilmu tanpa amal. Dalam hadits Nabi SAW disabdakan:
“Ilmu mengalir dengan amal manakala seseorang meresponnya, jika tidak maka akan pergi meninggalkannya.”

Ilmu ditinggalkan berkahnya, tinggal pelajaran belaka, kulitnya belaka, sedangkan isinya sirna. Hai orang yang menanggalkan amal bagi ilmunya. Di antara kalian menfasihkan, mensastrakan dan mengindahkan bahasa, tetapi tanpa amal dan keikhlasan, padahal jika hatimu sirna, sirna pula jasadmu. Karena hati adalah raja bagi tubuh, jika raja pergi menghilang, pergi pula rakyatnya.
Ilmu ibarat kulit, bijinya adalah amal. Bahwa kulit itu untuk menjaga isi, dan isi dipelihara agar keluar minyaknya. Jika pada kulit sudah hilang isinya, apa yang bisa anda lakukan? Jika dalam biji tidak keluar minyaknya, apa yang anda perbuat?

Ilmu telah hilang, karena jika amal telah sirna hilang pula ilmunya. Sungguh sangsi, jika anda memelihara dan menekuni ilmu tanpa mengamalkannya.”
Demikian Syeikh Abdul Qodir Al-Jilany berwasiat.

Read More..

Tujuh Pahala Kekal

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhenti amalnya melainkan tiga macam.” Amalan ini ialah sedekah yang berjalan terus (sedekah amal jariah), ilmu yang berguna dan diamalkan serta anak yang soleh yang mendoakan perkara baik baginya.(Imam Bukhari)

Apakah pahala yang dapat diterima seseorang selepas kematiannya?

Dalam hal ini, diriwayatkan daripada Anas bahawa ada tujuh pahala yang dapat diterima seseorang selepas mati, yaitu:

1. Siapa yang mendirikan masjid, maka tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat dalamnya.

2. Siapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orangyang minum daripadanya.

3. Siapa yang menulis mushaf, dia akan mendapat pahalaselagi ada orang yang membacanya.

4. Orang yang menggali perigi, selagi ada orang yang menggunakannya.

5. Siapa yang menanam tanaman, selagi ada yang memakannya sama ada manusia atau burung.

6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

7. Orang yang meninggalkan anak soleh yang dia selalu mendoakan kedua-dua orang tuanya dan beristighfar baginya. Selain itu, anak yang selalu diajar ilmu Al-Quran, maka orang yang mengajarnya mendapat pahala, selagi anak itu mengamalkan ajaran tanpa mengurangi pahala anak itu.

Wallahu a’lam.

Read More..

Do'a Perisai dari Kecelakaan

اللهم انى اعوذبك من جهدالبلاء ودرك الشقاء وسوءالقضاء وشماتة الاعداء

Alloohumma innii a'uudzu bika min jahdil balaa-i wa darkisy syaqoo-i wa suu-il qodhoo-i wa syamaa-tatil a'daa-i.

Artinya: "Wahai Allah, aku berlindung denganMu dari cobaan yang memayahkan, dari kecelakaan, dari buruknya keputusan dan dari gembiranya musuh".

Barang siapa yang suka membaca do'a tersebut dalam sehari semalam sebanyak 3 kali, maka Allah akan menjauhkan padanya dari kecelakaan, buruknya keputusan dan dari gembiranya musuh. dan lebih utama bila dibaca pada setiap selesai sholah lima waktu, masing-masing sebanyak 3 kali. insyaAllah akan diberi perlindungan dari sesuatu yang membahayakan dirinya.

Read More..