أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ .
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ


Ketahuilah!
Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka, dan mereka pula tidak bersedih hati. Wali-wali Allah itu ialah orang-orang Yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa. (Yunus 10: 62-63)

Love for Allah


If my love is attached to Thee
Then from sin I will be free
Each time my heart will beat
Your name will resound with heat
With your name shivers my each limb
They seek to be released from whim
Allah, Allah, is my hearts speech
Your Mercy is what I beseech
The Most Merciful keep me content
With all that You have sent
Keep in my heart Your remembrance
And in Your deen and love allow me to advance
Help me in my quest
Permit me to pass the ultimate test
Save me from the clutches of Satan
Give me death upon Imaan.

Hari-hari Berkasih-Sayang

Bagi kaum muslim rasa kasih sayang itu tidak melulu terpaku pada satu hari,
yang disebut dengan Hari Kasih Sayang, melainkan setiap harinya harus
dipenuhi rasa kasih sayang.

Kaum muslim semestinya merayakan kasih sayang itu sepanjang hidupnya,
sehingga hidup menjadi bahagia. Visi hidup kaum muslimin berbeda
dibandingkan dengan yang lain, karena tidak saja hanya belajar, bekerja,
menikah, berkeluarga, memiliki keturunan, pensiun, dan meninggal. Lebih
dari itu kaum muslimin juga harus menyiapkan kehidupan akheratnya, yaitu
kehidupan setelah kematian. Bukankah dalam doanya setiap hari adalah
keselamatan dunia dan akherat ("Fidunya Khasanah Wafil Akhirati
Khasanah..") dan kehidupan di dunia ini hakekatnya merupakan sarana untuk
menggapai surganya Allah?

Bagi kaum muslim, ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai
kebahagiaan hidup. Pertama, Mencintai Allah dan Rosulnya di atas
segalanya. Yang ke dua, mencintai keluarga dan sesama mahluk lainnya karena
Allah, sesuai dengan akidah dan akhlak Islam bukan karena hawa nafsu
semata. Dan yang ketiga, takut kepada kekafiran sebagaimana takutnya
siksa api neraka di hari pembalasan nanti.

Jadi, kunci kebahagiaan yang dicari bisa diperoleh apabila sudah
dapat merasakan nikmatnya iman, nikmatnya iman di dapat bilamana
menempatkan Allah dan Rosulnya di atas segalanya.

No comments: