أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ .
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ


Ketahuilah!
Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka, dan mereka pula tidak bersedih hati. Wali-wali Allah itu ialah orang-orang Yang beriman serta mereka pula sentiasa bertaqwa. (Yunus 10: 62-63)

Love for Allah


If my love is attached to Thee
Then from sin I will be free
Each time my heart will beat
Your name will resound with heat
With your name shivers my each limb
They seek to be released from whim
Allah, Allah, is my hearts speech
Your Mercy is what I beseech
The Most Merciful keep me content
With all that You have sent
Keep in my heart Your remembrance
And in Your deen and love allow me to advance
Help me in my quest
Permit me to pass the ultimate test
Save me from the clutches of Satan
Give me death upon Imaan.

Tujuh Pahala Kekal

Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhenti amalnya melainkan tiga macam.” Amalan ini ialah sedekah yang berjalan terus (sedekah amal jariah), ilmu yang berguna dan diamalkan serta anak yang soleh yang mendoakan perkara baik baginya.(Imam Bukhari)

Apakah pahala yang dapat diterima seseorang selepas kematiannya?

Dalam hal ini, diriwayatkan daripada Anas bahawa ada tujuh pahala yang dapat diterima seseorang selepas mati, yaitu:

1. Siapa yang mendirikan masjid, maka tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat dalamnya.

2. Siapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orangyang minum daripadanya.

3. Siapa yang menulis mushaf, dia akan mendapat pahalaselagi ada orang yang membacanya.

4. Orang yang menggali perigi, selagi ada orang yang menggunakannya.

5. Siapa yang menanam tanaman, selagi ada yang memakannya sama ada manusia atau burung.

6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.

7. Orang yang meninggalkan anak soleh yang dia selalu mendoakan kedua-dua orang tuanya dan beristighfar baginya. Selain itu, anak yang selalu diajar ilmu Al-Quran, maka orang yang mengajarnya mendapat pahala, selagi anak itu mengamalkan ajaran tanpa mengurangi pahala anak itu.

Wallahu a’lam.

1 comment:

faisol said...

terima kasih sharing info/ilmunya...
saya membuat tulisan tentang "Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?"
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/